rubrik : love and lust
Seorang ahli jiwa terkenal mengatakan bahwa setiap orang di dunia kadang berusaha kembali ke dalam rahim, tempat kehidupan yang begitu hangat, nyaman, dan terlindung dari kesulitan.
Boyfriend

Boyfriend adalah kekasih, pacar, dan sekaligus cem-ceman. Dengan boyfriend, kita selalu merasa ditemani, dilengkapi, diberi inspirasi, dimotivasi, dan kemudian dimanja. Berhadapan dengan boyfriend, kita menjadi romantis, bijaksana, gagah, lembut, sabar, tahan banting, dan toleran. Kalah dan menyerah bukan keterpurukan, melainkan kenikmatan. Ada rasa bangga dalam takluk. Segalanya menjadi positif dan enteng. Kehadiran boyfriend menyebabkan kita jadi teduh. Dan, manusia menjadi seorang pemberi tanpa dibarengi pamrih di hadapan boyfriendnya.
Biarlah hidup terus memberondong dengan seabrek bolong-bolong, seperti kegagalan, kekecewaan, kesepian, kerinduan, keterasingan, kebingungan, kegerahan, dan berbagai penderitaan jiwa. Serangannya yang melebihi virus atau bakteri, tak ada arti. Bila hadir boyfriend, semuanya itu kecil, dalam waktu satu detik, terselesaikan dengan gampang. Seluruh penderitaan batin itu bahkan langsung tersulap sebagai karunia yang kita syukuri, karena menandakan kita masih lengkap sebagai manusia yang saraf-sarafnya masih bekerja. Justru dengan rasa yang masih peka, keberadaan boyfriend juga jadi semakin mengobarkan bahagia.
Boyfriend telah memberi stimulasi pada jiwa.
Boyfriend bagaikan toko obat bagi setiap orang. Bisa menghasilkan obat-obat paten yang melebihi laboratorium tercanggih di dunia. Boyfriend menjadi sebuah formula ampuh yang belum tertandingi, karena bisa menyembuhkan, memulihkan, dan menumbuhkan bahkan juga mengubah manusia. Bukan hanya sekedar menambah dan mengurangi penampilan, tetapi bisa membalikkan dan membongkar total lahir dan batin. Manusia seperti dilahirkan sekali lagi oleh boyfriend.
Namun boyfriend juga mempunyai sifat kekanak-kanakan. Memang sangat menarik. Bagaikan manikam yang banyak memberikan bias. Mungkin benar, seorang boyfriend tak lebih menarik dari seorang anak. Ia bagaikan seorang anak yang tanggung : ingin dianggap dewasa, sementara di pihak lain, ingin diemong pula. Mungkinkah hal ini sangat kodrati sifatnya? Mungkinkah sifat yang kekanak-kanakan itu bisa diterima sebagai sesuatu yang kodrati?
Seorang boyfriend suka benar dibelai-belai, sering pula merebahkan kepalanya di atas pangkuan kita sambil minta dielus-elus. Sementara itu, seorang boyfriend sama sekali pantang diejek kejantanannya. Ia ingin tetap diakui kejantanannya dalam segala hal, lebih-lebih kejantanan seksnya. Dan ia sangat peka terhadap hal ini. Bila kita bijaksana, kita sadar akan peranan double yang harus kita lakukan pada saat yang tepat : sebagai suami dan sekaligus sebagai ibu. Karena memang, para boyfriend itu sebenarnya adalah penderita kompleks oedipus.
Barangkali tidak semua dari kita bisa menjalankan peranan double itu dengan berhasil. Sebab peranan itu bagai pisau bermata dua. Salah langkah bisa menghantam diri sendiri. Peranan itu hanya bisa mulus kalau didasarkan pada cinta yang tulus. Sikap pura-pura malah akan menghancurkan.
Dan para boyfriend sangat peka terhadap hal ini. Tidak ada satu teknik pun yang bisa kita pelajari untuk bisa bertindak sebagai suami sekaligus ibu bagi boyfriend. Sebab setiap teknik hanya akan melahirkan sikap pura-pura dan pemaksaan diri.
Hanya dari cinta yang tuluslah peranan double itu akan terbit dengan sendirinya. Hanya dengan cinta yang tulus, kita akan mampu menghayati kehadiran boyfriend di sisi kita dan bisa menerima setiap kenyataan yang terjadi.
Cinta memang harus nyata : bisikan, pandangan, rangkulan, ciuman, necking, petting, dan sebagainya. Cinta harus senantiasa diwujudkan dalam tindakan nyata. Bukan dibiarkan begitu saja tersimpan rapi di dalam hati.
Pacaran mungkin sebuah seni yang penuh kontroversi. Banyak hal bersilangan di dalamnya : suka dan duka, benci tapi rindu. Pacaran memerlukan keterusterangan, tapi jelas, tidak semua keterusterangan akan menenteramkan. Rahasia mungkin perlu disembunyikan, tapi rahasia yang mana? Dan tidak semua rahasia yang disembunyikan akan menenteramkan hati kecil. Mereka yang tidak jujur terhadap pasangan akan menerbitkan rasa berdosa, jauh di sudut-sudut relung hatinya.
Dalam pacaran memang dibutuhkan usaha untuk saling mengenal kembali pasangan kita masing-masing. Kita harus belajar mengenal kembali, setiap waktu, setiap saat. Sebab ternyata, walaupun mungkin telah jalan bersama bertahun-tahun, kita tidak cukup mengenal pasangan kita. Sebagai manusia, kita senantiasa berubah, juga pasangan kita.
Untuk itu sebagai pacar, kita harus total. Dengan bersikap total maka boyfriend pun akan memberikan respon yang total pula.
Pacaran sesungguhnya merupakan paduan irama, dengan irama yang satu akan mengimbangi irama yang lain. Seorang pacar akan memberikan respon yang sama intensitasnya dengan yang diberikan oleh boyfriendnya. Demikian pula sebaliknya, cinta yang menghanyutkan dari seorang pacar akan menyebabkan penyerahan diri yang total dari boyfriendnya. Dan pacaran yang ideal sesungguhnya adalah apabila kita dan pasangan berlomba-lomba saling memulai menabuh irama yang pertama.
eki
teluk jakarta
(Andre, my dear, you have worked your magic on me...)